Jumat, 29 Januari 2010
Anugrah yang membunuh
Hampara awan terlerai oleh barisan nafas api yg bertahta meleburkn tawa senyum mentari dan rembulan yg indah.Aku tersudut di antara sudut ketidak pastian,aku hanya mimpi yg melebur dan merapauh.Meski dalm harap dan khayal aku adalh sang raja yg bersayap dan bersenjata hebat namun pada titah takdir kehidupan aku tak lebih dari sekedar ulat yg lumpuh.Jika rasa ke inginan dan kehendak adalh anugrah mengapa sifat itu yg menjatuhkan manusia se akan aku adalh ketiadaan bagai satu kata yg tak pernah terucap sempurna dalm anugrah yg membunuhku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar